;
DR Coffee

Kamis, 21 Juli 2011

Ibu Hamil Perlu DHA

Konsumsi cukup asam dokosaheksaenok (DHA) atau lemah omega-3 di akhir masa kehamilan bias meningkatkan kekuatan oak bayi. Hal ini terbukti pada penelitian atas 109 bayi suku Inuit, yang hidup di bagian utara Negara bagian quebec, Kanada.

Saat berusia enam bulan, bayi menjalani tes standar tentang ketajaman visual dan ingatan. Bayi yang lahir dengan kandungan DHA dalam darah tali pusar lebih tinggi, lebih baik dalam tes perkembangan otak dan mata di usia 6 dan 11 bulan.

Para peneliti menjumpai, kadar DHA darah tali pusar lebih tinggi saat lahir dikaitkan dengan perfoma lebih baik pada tes tadi. Hasilnya tetap sama saat bayi menjalani tes perkembangan kognitif dan motorik di usia 11 bulan.

Karena peran penting itulah, para ahli menyarankan wanita hamil mendapat asupan DHA rata-rata 300 mg per hari. Hasil temuan terbaru ini dilaporkan dalam journal of Pediatrics, Maret 2008.

“Penelitian ini menambah bukti akan pentingnya DHA di trisemester ketiga, saat otak janin berkembang cepat, “Ujar Ketua peneliti Dr. Joseph L. Jacobson, dari Wayne State University di Detroit, Amerika Serikat, seperti dikutip Reuters Health.

Diet tradisionl Inuit memang kaya ikan. Sayangnya kian banyak orang Inuit yang mengadopsi pola makan tinggi lemak ala Barat. Akibatnya, kadar DHA ibu saat melahirkan berkisar dari kadar rendah yang secara tipikal terlihat di AS dan Kanada Utara, hingga relative tinggi.

DHA bias dijuampai pada minyak ikan salmon, sardine, dan tuna. Wanita hamil dan menyusui disarankan untuk menghindari ikan jens tertentu karena berpotensi mengandung merkuri dalam kadar tinggi. Ikan ini termasuk hiu, swordfish, king mackerel, dan tile.

Ditambahkan Jacobson, setiap wanita hamil sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kandungan bila ingin mengnsumsi kapsul minyak ikan atau suplemen lain.

Sumber : http://torikin-kesehatan.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Design by Gonjol Theme | Bloggerized by Gonjol Tuban Templates | coupon codes